naruto shimpuden

naruto shimpuden
naruto ujumaki

Sabtu, 25 April 2009

OSI


1. Physical Layer
Physical layer mendefinisikan karakteristik mekanik, elektrik, fungsional, dan prosedural untuk mengaktifkan, mempertahankan/memelihara (maintain), serta memutuskan (deactivate) koneksi untuk mentransmisikan deretan bit melalui suatu saluran fisik. Saluran fisik tersebut dapat berupa konektor dan perkabelan antara DTE dengan DCE pada suatu titik pengaksesan jaringan (network access point) atau dapat pula berupa kabel serat optik yang terdapat di dalam suatu jaringan dsb. Beberapa parameter yang digunakan pada layer 1 diantaranya ialah level sinyal dan durasi bit. Contoh standard layer 1 adalah X.21 di dalam rekomendasi CCITT X.25, standard RS-232C dan sebagainya.

2. Data Link Layer
Data link layer memiliki fungsi untuk mewujudkan suatu transfer data yang andal melalui saluran fisik. Layer ini memetakan unit data yang bersal dari network layer menjadi frame data yang dapat ditransmisikan. Untuk melaksanakan fungsi-fungsi di atas, data link layer menyediakan proses sinkronisasi, error control dan flow control. Selain itu, jika diperlukan, layer 2 juga melaksanakan proses multiplexing satu data link ke dalam beberapa saluran fisik.
Comtoh standard untuk layer 2 adalah link access protocol-B (LAP-B) yang merupakan subset dari high-level data link control (HDLC).

3. Network Layer
Fungsi yang dijalankan oleh network layer menyebabkan layer-layer yang berada di atasnya tidak tergantung kepada proses ruting dan penyambungan yang berhubungan dengan pembentukan koneksi jaringan. Fungsi-fungsi network layer yang lain meliputi pengalamatan, identifikasi titik akhir (endpoint identificatio), dan pemilihan layanan jika terdapat lebih dari satu penawaran layanan. Contoh dari protokol layer 3 adalah rekomendasi X.25 dari CCITT.
4. Transport Layer
Transport layer melaksanakan pengendalian end-to-end (station-to-station) terhadap data yang ditransmisikan serta melakukan optimasi terhadap penggunaan sumber daya jaringan. Layer ini menyediakan transfer data transparan antar entitas layer 5 (session). Di dalam terminologi ISO, entitas didefinisikan sebagai perangkat keras, perangkat lunak, atau keduanya yang memiliki kemampuan untuk melakukan proses pengolahan. Entitas-entitas inilah yang menerapkan fungsifungsi yang harus dilakukan oleh suatu layer. Transport layer menyediakan layanan kepada layer-layer atas berupa proses pembentukan, pemeliharaan (maintain), dan pemutusan komunikasi data pada jalur transmisi yang full duplex, di antara sepasang alamat transport. Kemampuan protokol transport yang diperlukan, ditentukan oleh kualitas layanan yang diberikan oleh layer-layer di bawahnya. Jika kualitas layanan yang diberikan oleh layer di bawahnya adalah suatu layanan virtual circuit (mengenai virtual circuit ini akan kita bahas pada sub-bab tentang teknologi switching) yang andal (reliable), serta bebas kesalahan (error-free), maka hanya dibutuhkan kemampuan protokol transport yang minimal. Sedangkan bila layanan yang diberikan oleh layer di bawahnya adalah layanan datagram (mengenai datagram ini akan kita bahas pula pada sub-bab tentang teknologi switching) maka harus digunakan protokol transport yang memiliki kemampuan lebih baik, misalnya mampu melakukan deteksi dan koreksi kesalahan, serta fungsi-fungsi lainnya.

5. Session Layer
Session adalah suatu koneksi antara dua station yang memungkinkan mereka berkomunikasi. Misalnya, untuk melaksanakan proses transfer file dengan setiap station, suatu prosesor utama melakukan beberapa session yang berlangsung secara bersamaan dengan terminal-terminal remote yang terhubung dengannya. Session layer memungkinkan pembentukan dan penggunaan koneksi transport antara dua entitas presentation yang terletak pada dua station yang berjauhan. Pembentukan dan penggunaan koneksi transport ini dilakukan dengan cara mengoordinasi dan mensinkronkan dialog yang mereka lakukan serta dengan me-manaje pertukaran data yang terjadi.

6. Presentation Layer
Presentation layer bertugas memberikan informasi cara mengatasi perbedaan syntax kepada entitas aplikasi-aplikasi yang sedang berkomunikasi. Untuk melaksanakan fungsi ini, layer 6 melakukan proses transformasi data (kompresi dan enkripsi), pembentukan (format) data, serta pemilihan syntax. Contoh dari protokol layer 6 adalah format representasi data EBDIC dan ASCII, skema kompresi seperti MPEG dan QuickTime dan sebagainya.

7. Application Layer
Application layer memungkinkan suatu proses aplikasi mengakses lingkungan OSI. Layer ini dapat dianalogikan sebagai ”jalan” yang menghubungkan proses proses aplikasi yang menggunakan OSI untuk saling mempertukarkan informasi. Semua layanan yang disediakan dapat diakses secara langsung oleh proses aplikasi. Layanan-layanan yang disediakan meliputi :
• Identifikasi partner komunikasi yang dituju
• Penentuan application layer adalah Telnet, file transfer protocol, OSI Common Management Information Protocol (CMIP), dan sebagainya.kesediaan partner yang dituju
• pembentukan kewenangan untuk berkomunikasi
• Persetujuan atas tanggung jawab terhadap pemulihan kesalahan (error recovery)
• Persetujuan atas prosedur yang digunakan untuk mempertahankan integritas data
Contoh protokol


Selasa, 14 April 2009

C3R1T4 LuCu

Seorang aktivis LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), bernama Surip Suparto mendapat undangan untuk datang menemui mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton beberapa tahun yang lalu. Mendapat undangan itu, Surip senang bukan kepalang. Namun ada kesedihan yang menyelimuti, karena bahasa Inggris Surip yang tidak lancar.
Maka datanglah Surip ke rumah rekannya, Arman yang ahli bahasa Inggris. "Mas aku diundang mantan Presiden Amerika untuk hadir ke gedung putih, kesempatan ini aku ambil nggak ya?" tanya Surip. Mendapat pertanyaan itu, lelaki yang sudah melanglang buana itu langsung menjawab, "Ambil saja, kesempatan jarang datang dua kali. Lagian jarang-jarang lho ada orang diundang mantan Presiden Amerika.”
"Tapi khan kamu tahu bahasa Inggrisku kacau," sergah Surip. "Surip…Surip… ketemu mantan Presiden nggak mungkin diskusi, paling kamu dengar pidatonya kemudian salaman. Kamu tidak perlu menguasai bahasa Inggris. Kamu cukup menguasai dua kalimat saja, pertama How Are You?, itu kamu pakai ketika ketemu mantan Presiden pertama kali. Pasti mantan Presiden akan menjawab I’m fine, and you?. Langsung kamu jawab Me too… Jadi kamu hanya perlu menguasai dua kalimat itu saja," tegas Arman menjelaskan.
Maka selama dua minggu tersisa, Surip hanya menghafalkan dua kalimat itu secara berulang-ulang. Akhirnya, sampailah pada hari yang ditunggu-tunggu.
Degup jantung Surip semakin cepat ketika pertemuan dengan mantan Presiden Bill Clinton berlangsung. Apalagi ketika acara berjabat tangan dimulai, sambil menunggu giliran dirinya menghafal How are you? dan Me too… tiada henti.
Begitu mendapat giliran salaman, Surip grogi maka yang keluar dari mulutnya bukan How are you? akan tetapi Who are you?. Walau agak terkejut namun tetap memaksakan senyum, mantan Presiden Amerika kala itu menjawab "I’m Hillary’s Husband. Maka dengan cepat Surip menjawab, "Me too…"